PT Sistemdo Kharisma

PTSK Logo.jpgPT Sistemdo Kharisma

Civil, Mechanical, and Electrical Engineering

Design, Installation, Manufacture, Testing, Maintenance, Trading.

 

 

Home/ About Us/ Portfolio/ Recent Commercial Projects/ Tech News/ Products/ New Products/ Customer Feedback/ Contact Us / Lowongan Kerja / Legal Aspek / News

Tech News.

Bulletin No.16, Februari 2013.       

Pada musim hujan, petir pun muncul. Kejadian alam ini perlu diwaspadai, karena petir dapat merusak bangunan, dan bahkan meminta korban manusia. Buletin kali ini akan membahas gejala alam petir dan cara penanggulangannya.

      I.            Kondisi Badai

Kondisi atmosfer tertentu, seperti temperatur atau kelembapan yang tinggi, membuat badai awan terbentuk. Landasan bentuk massa awan yang besar biasanya adalah variasi dari jenis cumulonimbus, bagian bawah terbuat dari tetesan air, sedang diatasnya didapat kristal es.

Aliran kuat keatas pada jenis awan ini menyebabkan muatan listrik pada tetesan air dipisahkan. Hasilnya adalah muatan positif level tinggi diatas dan muatan negatif level tinggi di bagian bawah awan. Ada kalanya gumpalan awan positif terjebak dibawah pada area awan negatif. Badai awan yang terbentuk diatas membuat dipole besar dengan Bumi. Dalam pengaruh awan yang dasarnya negatif, sekonyong – konyong terbentuk muatan dengan polaritas terbalik dibumi anatar 10 – 15 KVOLT per meter. Pengosongan muatan ke Bumi kemudian mengancam (Gambar-1).

 

   II.            Terbangkitnya Sambaran Petir

Tahapan pertama dari sebuah sambaran petir meliputi sebuah pengosongan muatan listrik yang intensitasnya rendah, dikenal sebagai “pemimpin penurunan” (Downward Leader). Ini terjadi pada pusat awan dan bergerak turun kearah Bumi dengan sekali langkah beberapa puluh meter (Gambar 2-A).

Pada saat yang bersamaan, muatan listrik pada Bumi bertambah sejalan dengan makin dekatnya lidah “pemimpin penurunan”. Pada sekitar titik yang tinggi seperti pada penangkal petir, segera meningkat ionisasinya berbentuk serial pengosongan listrik yang berwarna biru. Ini adalah dampak corona yang terlihat oleh pelayar selam badai, yang dikenal sebagai api Saint Elmo, atau oleh pendaki gunung yang melaporkan mendengar bunyi “bees” sebelum ada kilat.

Segera setelah “pemimpin penurunan” cukup dekat dengan level tanah bumi, ionisasi karena dampak corona lebih intensif, terutama pada titik – titik yang menjulang tinggi, dan selanjutnya berubah menjadi pengosongan muatan ke atas. Pengosongan ini adalah “pemimpin ke atas” (Upward Leader) yang terbangkit mengarah ke awan (Gambar 2-B).

Jika salah satu “pemimpin ke atas” ini berhasil berhubungan dengan “pemimpin penurunan”, salurang hantaran tercipta yang membuat arus listrik besar mengalir antar bumi dan awan. Inilah petir dan disifati dengan kilat yang terang dan bunyi yang menggelegar (Gbr 2-C).

Sambaran petir kenyataanya dapat terjadi dari beberapa urutan sambaran dalam selang seper-ratusan detik, semuanya mengikuti jalur titik – titik yang terionisasi dengan intensitas tinggi.

Gambar 2. Langkah terjadinya sambaran petir negatif.

III.            Jenis – Jenis Petir

Sebagian besar dari petir, sekitar 90%, adalah muatan negatif dari awan ke Bumi (Gambar 3-A)  disebut petir jenis “penurunan negatif”. Ada kalanya dari kantung – kantung muatan positif awan ke Bumi, disebut petir “penurunan positif” (Gambar 3-B). Jika kondisi listrik memungkinkan,  pemimpinnya justru dari bawah (Bumi) ke awan, jadi “pemimpin ke atas” terjadi dahulu. Jika positif, maka disebut positif ke atas (Gambar 3-C). Jika negatif, maka disebut negatif keatas (Gambar 3-D). Terjadinya “pemimpin keatas terlebih dahulu ini biasanya terjadi di tempat – tempat yang tinggi seperti puncak Gunung, menara telekomunikasi dan bangunan tinggi.

IV.           Bahaya Petir Terhadap Manusia dan Bangunan

Jadi petir mengalirkan arus listrik ke Bumi. Arus ini sangat besar, dalam waktu yang singkat yaitu rata – rata berkisar antara 25.000 ampere, dapat mencapai 100.000 ampere, dengan waktu sekitar 200 microsecond. Sedang medan listrik antar dipole awan dan Bumi, dimana mulai terjadi corona efek di Bumi adalah antara 50 sampai 100 kV/m. Energi listrik yang dilepas dari aliran listrik ini mampu merusak bangunan dan menimbulkan kebakaran. Sedang jika mengenai manusia, bisa menyebabkan kematian karena hangus atau berhenti berfungsinya organ tubuh yang penting.

Kejadian – kejadian yang pernah dilaporkan disurat kabar Suara Merdeka (SM) diarea Jawa Tengah saja antara lain :

1.      Tebang pohon, 2 tewas tersambar petir. SM 03/04/02

2.      4 disambar petir, 1 tewas. SM 25/10/02

3.      Bajak sawah, tewas tersambar petir. SM 30/10/01

4.      Main bola disambar petir. SM 06/03/01

5.      Bermain sepak bola, tewas disambar petir. SM 06/03/00

6.      Tiga orang tewas tersambar petir. SM 16/02/98

7.      Dua petani tewas tersambar petir. SM 22/02/98

8.      Suami istri tewas tersambar petir menjelang Lebaran. SM 10/01/00

9.      Sedang dikamar, tewas tersambar petir.  SM 22/01/99

10.  Suratno tewas disambar petir. SM 04/02/00

11.  Tersambar petir, dua pemetik duku tewas. SM 21/03/13

Sekarang bagaimana untuk menghindari ancaman petir ini? Manusia memasang penangkap petir di tempat – tempat yang tinggi, agar mengeluarkan “pemimpin ke atas / upward leader” dengan jangkauan lebih dekat dengan “pemimpin penurunan / downward leader”, mendahului “pemimpin keatas” yang keluar dari benda – benda lain di sekitarnya. Kemudian jika terjadi hubungan antar “pemimpin keatas” dan “pemimpin penurunan”, terjadi petir, pengosongan muatan listriknya dilewatkan penghantar penyalur, dialirkan ketanah dengan tongkat pentanahan / ground rod / arde.

Penangkal petir diatas adalah jenis Franklin, dan sudah termasuk yang “konvensional”. Pada gedung yang luas, atau area yang luas, jenis franklin menjadi tidak effisien, karena harus dipasang sangat sangat tinggi dan dalam jumlah yang banyak. Teknologi kemudian berkembang menciptakan penangkap petir dengan pembangkit “pemimpin keatas” yang lebih panjang, sehingga ketika petir akan terjadi, pastilah menyambarnya dahulu dibanding benda – benda disekelilingnya. Jadi walaupun tingginya sama dengan jenis franklin, tapi jauh lebih efektif dalam mengantisipasi petir, atau tingginya seakan berlipat – lipat yang berakibat meluasnya area proteksi secara berlipat – lipat pula. Ini bisa tercapai karena adanya pembangkit ionisasi elektrostatik pada penangkap petir ini, yang kemudian diberi nama jenis ESE ( Early Streamer Emission ) (Gambar 4). Bagaimana bentuk area proteksi ini? Pada mulanya berbentuk kerucut, tetapi standart keamanan terakhir menghasilkan bentuk parabola 3 dimensi. Yang perlu diperhatikan adalah radius proteksinya (gambar 5).

Jika anda membutuhkan penangkap petir, hubungi kami untuk instalasinya, baik jenis konvensional maupun elektrostatik. Kami disahkan oleh Depnaker Pusat sebagai pemasang instalasi penangkap petir untuk seluruh wilayah Indonesia. Untuk jenis elektrostatik, kami promosikan “Best Buy” untuk merk Prevectron, dimana kami sebagai distributor resmi Jawa Tengah. Keunggulan Prevectron adalah jaminan keaslian barang denga sertifikat dari pabriknya (Prancis), teknologi bagus, ISO 9002. Setelah anda pasang bertahun – tahun arrester jenis elektrostatik, timbul pertanyaan, apakah masih berfungsi dengan baik? Hanya Prevectron yang bisa di-test dengan peralatan kami. Lebih dari itu, bermain sepak bola saat cuaca buruk sangat rawan tersambar petir, dan Prevectron dipilih untuk stadion Piala Dunia Korea dan Jepang, melindungi team favorit anda. Jangan tunggu musim hujan datang, segera hubungi kami.

Keuntungan – Keuntungan Prevectron

Electrostatic Lighting Arrester

PREVECTRON FRANKLIN (CONVENTIONAL)

Satu arrester mengcover area yang luas(Sampai radius 120 m )

Perlu banyak arrester, cover area sangat sempit, resiko atap bocor lebih banyak.

Cakupan perlindungan keamanan termasuk melindungi personil dan asset di tempat – tempat luar bangunan, misal halaman parkir.

Biasanya hanya melindungi area bangunan.

Karena hanya satu arrester, hampir tak ada sambungan sehingga arus petir langsung dibuang ke tanah, lebih aman.

Banyak sambungan di tiap arrester, sehingga tahanan sambungan lebih besar (Ohm), arus petir kurang efektif di buang ke tanah.

Perawatan lebih mudah, karena hanya satu arrester.

Perawatan lebih sulit, karena terlalu banyak arrester.

Memerlukan tempat pemasangan hanya satu titik.

Tempat pemasangan terlalu banyak tempat.

Keindahan bangunan tetap terjaga, bahkan dapat dipakai sebagai hiasan.

Mengganggu keindahan

Harga lebih murah untuk area yang luas

Harga lebih mahal untuk area yang luas

Lighting Arrester Electro Static Indelec Prevectron

Lighting Arrester Electro Static Merek Lain

Teknologi elektrostatik dengan system pemicu yang hanya dipicu jika petir menyambar, jadi tidak “ Memanggil “ petir.

Tanpa pemicu (Trigger)

Melewati uji coba laboratotium dan lapangan, dengan hasil memuaskan. ISO 9001-2000 BVQI.

Pabrikan dan standart tidak jelas

Radius proteksi memakai standart terbaru berbentuk sangkar parabola NFC 17-102.

Standart pemakaian tak jelas, atau standart lama

Setelah pemakaian tahunan, apakah arrester elektrostatik masih berfungsi ? Prevectron-2 bisa di test dengan tester dari pabrik pembuat, dipercayakan pada PT Sistemdo Kharisma.

Setelah dipakai tahunan, tak diketahui masih berfungsi atau tidak, karena tak ada tester untuk melakukan pemeriksaan.

Teknologi Perancis

Sering tak jelas pabriknya

PT Sistemdo Kharisma
Address: Jl. Salatiga- Solo KM4, Bener- Tengaran, Kab. Semarang  50775, Central Java, Indonesia.

Handphone/ SMS/ WA +62 (0)856-2716-024

Email: ptsistemdo@gmail.com , sistemdo@sistemdo.co.id        Website: http://sistemdo.co.id
Company Profile PT Sistemdo Kharisma : 

>YOUTUBE

>INSTAGRAM

>TIKTOK

>FACEBOOK

Find out more information on others pages:
Dapatkan informasi lebih lanjut di halaman lain:

Home/ About Us/ Portfolio/ Recent Commercial Projects/ Tech News/ Products/ New Products/ Customer Feedback/ Contact Us / Lowongan Kerja / Legal Aspek / News

Free Web Counters
Jumlah Pengunjung Sejak 2013