PT Sistemdo Kharisma

PTSK Logo.jpgPT Sistemdo Kharisma

Civil, Mechanical, and Electrical Engineering

Design, Installation, Manufacture, Testing, Maintenance, Trading.

 

 

Home/ About Us/ Portfolio/ Recent Commercial Projects/ Tech News/ Products/ New Products/ Customer Feedback/ Contact Us / Lowongan Kerja / Legal Aspek / News

Tech News.

Bulletin No.17, September 2014.       

Perencanaan rangkaian listrik yang benar seharusnya dibarengi teknik pelaksanaan pengawatan dan instalasi yang benar pula. Dengan demikian resiko kecelakaan karena listrik bisa diperkecil. Pada terbitan ini kami membahas segi praktis dari teknik pengawatan dan instalasi yang baik.

      I.            Pengupasan Isolasi Kabel.

Dalam pengupasan isolasi kabel, selalu turuti petunjuk dari pabrikan kabel. Pada umumnya untuk kabel yang kecil, dipakai berbagai macam alat pengupasan kabel, sedang untuk kabel besar (16mm2 keatas) dapat pakai pisau pengupasan isolasi. Dalam mengupas isolasi, hindari kupasan yang dapat merusak penghantarnya.

 

Gambar 17-1. Buat sudut pisau sekitar 60 derajat dengan saat mengupas isolasi

Jika menggunakan pisau, waktu memotong pisau jangan tegak lurus ke penghantarnya, tapi buatlah miring dengan sudut 60 derajat, sehingga akan memotong isolasi seperti pada Gambar 17-1. Dengan kehati- hatian ini, tidak akan membuat metal penghantar kena takik, dimana takik ini bisa membuat penghantar mudah retak dan putus.

   II.            Terminal Kabel.

Kabel dihubungkan ke peralatan dengan terminal yang digunakan untuk maksud itu. Untuk kabel AWG 10 (sekitar 6 mm2) dan lebih kecil, terminat skrup seperti pada gambar 17-2 sering dipakai. Hindari pemasangan lebih dari satu kabel pada satu terminal. Untuk kabel serabut, pakailah sepatu kabel. Perhatikan cara pasang kabel terminal berikut ini.

Memasukan kawat di bawah terminal skrup sehingga mengencangkan skrup cenderung akan menutup lingkaran.

Gambar 17-2. Menghubungkan kabel pada terminal

Untuk menghubungkan kabel lebih dari 10 mm2 ke sebuah terminal harus diperhatikan apakah terminal memang dirancang untuk itu. Pakailah sepatu kabel dengan mengingat bahwa mulai kabel ukuran 16 mm2, terdiri dari beberapa penghantar.

III.            Menyambung Kabel

Penyambungan kabel untuk 6 mm2 dan ke bawah dapat dipakai berbagai macam terminal, misal memakai klustin atau lasdop. Pakailah kontak sambung untuk menjaga sambungan terlindung dari kotoran, cairan, sengatan listrik, dan pukulan mekanik. Untuk kabel-kabel yang lebihbesar, dan area pemakaian yang lebih buruk (basah, di bawah tanah sdb), dipakai sambungan kabel yang lebih khusus. Sambungan ini misalnya memakai selubung panas ciut, cairan pasta yang mengeras dsb menuruti petunjuk pabrikan.

Sambungan yang ideal mempunyai tahanan 0 ohm. Daya yang dihamburkan berupa panas adalah P=1 (kuadarat) R watt, dimana R adalah besarnya tahanan dari sambungan. Sambungan yang kurang baik akan memperbesar R, selanjutnya akan memperbesar temperatur, dan akhirnya bisa menyebabkan kebakaran.

SAMBUNGLAH DENGAN BAIK DAN BENAR!!!

IV.            Beberapa Catatan Tentang Circuit Breaker

4.1      Apakah Circuit Breaker (CB) itu ? Sebuah CB terdiri dari piranti saklar dan sebuah unit trip yang membuat CB terbuka otomatis jika terjadi kelebihan beban atau hubung singkat. Jadi CB melindungi rangkaian di bawahnya terhadap kelebihan beban ( Arus Listrik ) maupun hubungan singkat. Pelindungan terhadap kegagalan isolasi didapat dengan menggabungkan relay atau tambahan relay secara terpisah. CB juga dapat menyediakan pengendalian dan fungsi pemutusan arus listrik. Dengan tambahan alat listrik, CB dapat juga dapat :

.      Membuka rangkaian secara jarak jauh dengan sebuah "Shunt Trip" atau "Under Voltage Relay".

.      Dikendalikan dari jarak jauh jika dilengkapi sebuah mekanik motor.

.      Memberi isyarat dengan saklar tentang posisi tertutup atau terbuka, dan juga posisi ada gangguan.

4.2      Memilih CB

Jika memilih CB, pertimbangan berikut harus diberikan :

.      Sifat dari sistem dimana CB dipasang.

.      Kebutuhan kesinambungan pelayanan.

.      Peraturan keamanan.

4.3      Sifat dari sistem

.      Tegangan

Tegangan batas dari CB harus lebih besar atau sama dengan tegangan phase ke phase dari sistem

.      Frekwensi

Frekwensi batas dari CB harus sesuai dengan frekwensi sistem dimana CB itu dipakai.

.      Arus Listrik CB

Batas arus listrik MCB harus lebih besar dari arus yang mengalir, TETAPI HARUS LEBIH KECIL DARI KEMAMPUAN

HANTAR ARUS KABEL.

.      Kapasitas Pemutusan (Breaking Capacity)

Kapasitas pemutusan CB minimal sama dengan arus prospektif hubung singkat di titik instalasi tersebut. Kekecualian dengan

teknik cascading hanya dibolehkan sesuai petunjuk pabrik pembuat CB.

.      Banyaknya Pole

Banyak pole dari Cb tergantung dari sistem netral (TT, TN, IT ), dan keperluan dari fungsi ( pengaman, pengendali, pemutusan ).

4.4      Kesinambungan Pelayanan

Tergantung dari tingkatan keperluan kesinambungan pelayanan, pemilihan CB dapat dibuat untuk :

.      Diskriminasi penuh anatara dua pirinti yang letaknya berderet, dirancang yang di depan kearah beban tri[ lebih dulu dari piranti

yang di belakangnya.

.      Atau diskriminasi terbatas.

4.5      Perlindungan Manusia Terhadap Sentuhan Tidak Langsung

Ukuran yang digunakan untuk perlindungan terhadap sentuhan tidak langsung dengan pemadaman catu secata otomatis adalah

tergantung dari sistem netral yang dipakai.

Pada sistem TT digunakan piranti arus sisa / ELCB (Earth Leakage Circuit Breaker).

Pada sistem TN atau IT perlindungan secara umum dipakai piranti perlindungan terhadap hubung singkat. Dengan

memperhitungkan peraturan yang berlaku, penetapan arus di tentukan oleh panjang kabel maksimum sebagai fungsi luas

penampang atau besarnya kabel. Pada sistem IT, perlindungan yang diperlukan didasarkan pada pemantauan isolasi terus menerus.

4.6      Perlindungan Terhadap kabel

.      Pada kejadian hubung singkat, CB harus membatasi nilai I(kuadrat) t ke nilai yang lebih rendah dari kemampuan kabel untuk menahan

arusnya. Ini dilakukan dengan membandingkan sifat I(kuadrat) t CB dan ketahanan kabel terhadap "Thermal Stress".

.      CB hrus mampu melindungi kabel dari hubung singkat yang terjadi di ujung akhir dari kabel. Kabel yang panjang akan membuat

arus hubung singkat Isc mengecil, hal ini harus masih dapat ditanggapi oleh CB untuk trip sebelum kabel memasuki daerah diluar ketahanan

thermal stress-nya.

4.7      Perlindungan Piranti Listrik Yang Khusus

Beberapa piranti listrik memerlukan perlindungan dengan sifat yang khusus. Ini untuk masalah travo LV/LV, capacitor,

motor starter, dan generator.

PT Sistemdo Kharisma
Address: Jl. Salatiga- Solo KM4, Bener- Tengaran, Kab. Semarang  50775, Central Java, Indonesia.

Handphone/ SMS/ WA +62 (0)856-2716-024

Email: ptsistemdo@gmail.com , sistemdo@sistemdo.co.id        Website: http://sistemdo.co.id
Company Profile PT Sistemdo Kharisma : 

>YOUTUBE

>INSTAGRAM

>TIKTOK

>FACEBOOK

Find out more information on others pages:
Dapatkan informasi lebih lanjut di halaman lain:

Home/ About Us/ Portfolio/ Recent Commercial Projects/ Tech News/ Products/ New Products/ Customer Feedback/ Contact Us / Lowongan Kerja / Legal Aspek / News

Free Web Counters
Jumlah Pengunjung Sejak 2013