PT Sistemdo Kharisma Civil, Mechanical, and Electrical Engineering
Design, Installation, Manufacture, Testing, Maintenance, Trading.
![]()
Home/ About Us/ Portfolio/ Recent Commercial Projects/ Tech News/ Products/ New Products/ Customer Feedback/ Contact Us / Lowongan Kerja / Legal Aspek / News
Tech News.
|
Bulletin No15. Januari 2013. Hasil kerja secara kwalitas maupun kwantitas dipengaruhi oleh penerangan yang ada. Ini menyangkut jumlah penerangannya dalam satuan lux, jenis cahayanya dan banyak cahayanya. Jika jumlah penerangannya kurang, maka kesalahan – kesalahan kerja sering terjadi. Misal dipabrik garment, memotong dan menjahit menjadi kurang akurat. Di pabrik elektronik, pemasangan kabel dan komponen menjadi kurang tepat. Juga karena para pekerja menjadi kurang jelas melihat, maka dia perlu waktu lebih lama untuk menyelesaikan pekerjaannya dengan baik. Pekerja juga akan cepat capai, terutama penglihatannya. Tetapi disamping ini, terlalu terang juga merupakan pemborosan, dan suasana kerja juga tidak enak. Hal lain, pernahkah Anda ke toko kain atau pakaian, lalu salah pilih warna? Pada waktu melihat di toko warna sudah cocok, tapi sesudah dibawa pulang warnanya berubah. Ini karena di toko itu memakai lampu dengan jenis cahaya yang merubah warna. Jadi jenis cahaya juga penting disamping tingkat penerangannya. Pabrik garment dan textile semestinya memakai lampu yang tidak merubah warna. Sedang intensitas cahaya yang terlalu tinggi di pusat cahaya (Lampu) akan menyilaukan mata. Mari kita bahas parameter – parameter lampu lebih lanjut. I. Banyaknya Cahaya (Luminous flux). Sebuah sumber cahaya, diukur dalam berbagai parameter, salah satunya adalah banyaknya cahaya yang dapat ditangkap mata. Banyaknya cahaya yang dihasillkan oleh sebuah sumber cahaya itu diukur dalam satuan lumen. II. Intensitas Penerangan (Illuminance). Seberapa terangkah sebuah bidang, ini diukur dalam parameter intensitas penerangan, dengan satuan Lux. Cahaya–cahaya yang memancar dari sumber cahaya jatuh menerangi sebuah bidang, banyaknya cahaya yang jatuh ke bidang itulah yang disebut Intensitas Penerangan, dalam lumen per M2 atau lux. III. Jenis dan Sifat – Sifat Sumber Cahaya. Sumber cahaya di sini dibatasi yang berasal dari lampu. Pada mulanya lampu yang diciptakan manusia adalah lampu pijar, tapi dalam perkembangannya telah dibuat berbagai jenis lampu yang lebih efisien dengan berbagai macam warna cahaya. Karena jumlahnya lebih dari satu, bahkan banyak, maka kita harus memilih lampu mana yang sesuai dengan pemakaian kita. Parameter dalam memilih jenis lampu terutama adalah masalah umur pakai, efisiensi, warna cahaya, harga lampu dan harga terang cahaya. Parameter yang perlu diperhatikan adalah seperti yang tersebut di bawah ini. Dalam hal biaya, maka akhirnya parameter yang terpenting dilihat adalah ‘Biaya per Lumen per Tahun’, dengan catatan bahwa perhitungan biaya ini tidak memasukkan biaya tenaga-kerja untuk memasang lampu karena variasinya yang terlalu banyak. Umur lampu pada umumnya diukur dalam lamanya jam nyala sebelum kemudian rusak dan mati, dengan kondisi operasi antara jam nyala dan jam mati masing-masing 50%-nya, artinya dalam sehari 12 jam nyala dan 12 jam mati (Sebagian data pabrikan 45% hidup 55% mati tiap harinya). Data ini merupakan pendekatan saja. Effisiensi lampu diukur dari banyaknya daya yang dirubah ke dalam bentuk banyaknya cahaya yang mampu ditangkap mata, diukur dalam lumen/ watt. Karena watt kali waktu adalah energi dalam watt jam, maka effisiensi ini juga bisa diartikan dalam effisiensi energi. Terang sesudah dipakai. Ada kecenderungan bahwa pada waktu lampu dalam keadaan baru nyalanya terang, tetapi dengan berjalannya waktu pemakaian, terangnya lampu berkurang. Terang (Banyaknya cahaya) sesudah dipakai ini dinyatakan dalam %. Warna cahaya. Sumber cahaya dari berbagai jenis lampu juga ternyata mengeluarkan berbagai warna cahaya. Pada intinya jenis warna ini ada jenis kekuningan, cahaya siang hari, cahaya putih natural, cahaya putih hangat (kekuningan). Harga Lampu. Dari jenis–jenis lampu ini, harganya memang berbeda-beda juga. Dalam hal ini adalah biaya yang harus dikeluarkan untuk lampu bersangkutan, dengan tidak mengaitkannya dengan parameter lain seperti umur-lampu, efisiensi dsb. Perlu dicatat bahwa jika lampu memerlukan balast & starter maka harga lampu ini sudah termasuk balast-magnetic dan starternya. Tidak termasuk dalam harga lampu ini adalah rumah lampunya/ fitting atau armature. Harga terang cahaya. Menyangkut harga lampu yang lain adalah “Harga Terang Cahaya”, ini adalah (harga lampu)/ Lumen. Jadi ini adalah biaya investasi-awal dari penerangan, tidak memperhitungkan umur lampu maupun biaya energi. Harga lampu per lumen per tahun. Mengingat bahwa harga lampu harus dikaitkan dengan umur pakai dari lampu tersebut, maka parameter (harga lampu)/ lumen/ tahun adalah lebih berarti dari (harga lampu)/ lumen. Biaya energi. Dalam menghitung biaya, tidak hanya harga lampu saja yang menentukan, tapi juga efisiensi dari lampu tersebut dalam memakai energi, yang dalam hal ini diukur dalam ‘Biaya energi/ Lumen/ Tahun’. Biaya per Lumen per Tahun, merupakan total biaya lampu dan energi per lumen per tahun. Untuk memudahkan gambaran perbandingan tentang harga dan biaya, maka sebagai patokan adalah harga lampu pijar yang kami tentukan nilainya adalah 100, semuanya dibandingkan dengan harga tersebut. Dalam hal per-tahun diartikan 4.000 jam nyala. Berikut ini adalah table pedoman umum memilih jenis lampu.
Dari tabel diatas dapat diambil kesimpulan antara lain sbb: 1. Dilihat dari parameter efisiensi energi lumen/watt maka lampu high-pressure-sodium adalah yang paling efisien. Tidak benar bahwa lampu jenis LED adalah yang paling hemat energi, bahkan dengan lampu flourecent standart pun hampir setara, apalagi jika memakai lampu flourecent jenis efisiensi-tinggi. 2. Sering kali orang mengartikan bahwa lampu-flourecent-compact, atau bahasa pop-nya lampu hemat energi, adalah benar-benar hemat energi. Itu keliru, karena lampu flourecent atau neon atau TL tabung bahkan lebih hemat energi. Lampu-hemat-energi benar hemat energi bila dibandingkan dengan lampu pijar, coba baca rinci spesifikasi di kemasannya. Demikian juga sama halnya dengan hal umur pakai lampunya. 3. Hasil keseluruhan, masih lampu high-pressure-sodium paling efisien dan paling rendah biayanya, tetapi memang cahayanya kuning oranye. Kalau dikehendaki cahaya putih bagai sinar di siang hari (day light), maka lampu flourecent-tabung atau metal-halide bisa jadi pilihan. IV. Mengukur Intensitas Penerangan. Seberapa terangkah yang kita butuhkan untuk melakukan aktivitas kita? Untuk membaca dan menulis, penerangan yang baik sekitar 500 lux, penerangan 1000 lux akan sangat baik. Pekerjaan–pekerjaan dengan obyek halus dan kecil–kecil memerlukan penerangan sekitar 1000 lux, akan sangat baik dengan penerangan sekitar 2000 lux. Pekerjaan kasar cukup antara 250 sampai 500 lux. Sedang untuk gudang, cukup 125 sampai 250 lux. Merancang sebuah system penerangan memang tidak mudah, parameter untuk menghitungnya membuat hitungan menjadi rumit, dan akhirnya memang harus diserahkan ke profesionil. Tetapi kita bisa mengatur penerangan dengan eksperimen, dan akhirnya memang harus begitu. Kita ukur dulu penerangan di ruangnya, lalu kita atur letak dan jumlah lampunya. Alat ukur penerangan ini adalah Lux Meter. V. Memilih Warna Cahaya. Warna akan berpengaruh terhadap aktivitas kita. Di tempat kerja dengan cahaya putih natural (Cool White) akan lebih nyaman dibanding warna cahaya yang kekuningan. Sebaliknya di rumah makan, warna hangat kekuningan akan lebih cocok. Berikut ini adalah pedoman memilih warna cahaya lampu berdasarkan fungsi ruangnya. (Buku acuan: 1. Practical Electrical Wiring, 12th Ed-Herbert P.R & W.Creighton S. 2. Indoor & outdoor Lighting 2006/2007- Osram. 3. Profesional End User Replacement Catalog 2011-Philips).
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
PT Sistemdo Kharisma
Address: Jl. Salatiga- Solo KM4, Bener- Tengaran, Kab. Semarang 50775, Central Java, Indonesia.
Handphone/ SMS/ WA +62 (0)856-2716-024
Email: ptsistemdo@gmail.com , sistemdo@sistemdo.co.id Website: http://sistemdo.co.id
Company Profile PT Sistemdo Kharisma :
Find out more information on others pages:
Dapatkan informasi lebih lanjut di halaman lain:
Home/ About Us/ Portfolio/ Recent Commercial Projects/ Tech News/ Products/ New Products/ Customer Feedback/ Contact Us / Lowongan Kerja / Legal Aspek / News